Diterbitkan 03 August 2026 · Dansen Meatshop
Salah satu hal yang paling sering membuat pembeli ragu saat memesan daging premium bukanlah harganya, melainkan namanya. Penjual menyebut tenderloin, tukang daging di pasar menyebut has dalam, dan resep di internet menyebut fillet — padahal ketiganya merujuk pada potongan yang sama persis. Artikel ini memetakan nama potongan daging sapi dalam bahasa Indonesia beserta padanan internasionalnya, khusus untuk potongan yang tersedia pada Tokusen Wagyu, supaya Anda bisa memesan dengan yakin tanpa takut salah barang.
Kenapa Satu Potongan Bisa Punya Tiga Nama
Kosakata potongan daging di Indonesia terbentuk dari tiga lapis sejarah. Lapis pertama adalah istilah lokal yang sudah dipakai turun-temurun di pasar tradisional, seperti sandung lamur dan sampil. Lapis kedua datang dari masa kolonial — sengkel, misalnya, berasal dari kata Belanda schenkel yang berarti betis. Lapis ketiga adalah istilah Inggris yang masuk bersama industri steak modern: ribeye, sirloin, brisket.
Ketiganya kini hidup berdampingan. Akibatnya, seorang pembeli yang mencari "sandung lamur" dan pembeli lain yang mencari "brisket" sebenarnya menginginkan potongan yang identik, tetapi bisa berakhir di dua toko berbeda. Memahami peta nama ini membuat Anda tidak bergantung pada satu kosakata saja.
Peta Nama Potongan Tokusen Wagyu
Berikut padanan untuk seluruh potongan yang kami sediakan. Klik untuk melihat detail tiap potongan:
- Lamosir (lamusir, cube roll) — Ribeye
- Has luar — Sirloin / striploin
- Has dalam (fillet) — Tenderloin
- Tutup tanjung — Picanha
- Sampil — Chuckroll
- Sandung lamur — Brisket PE dan Brisket NE
- Tanjung — Rump
- Sengkel — Shank
- Sumsum tulang — Bone marrow
Satu catatan jujur: tri tip belum memiliki padanan baku dalam bahasa Indonesia. Potongan ini berbentuk segitiga dan berasal dari bagian bawah tanjung, sehingga sebagian penjual menyebutnya "tanjung segitiga", tetapi istilah itu belum umum.
Has Dalam vs Has Luar: Pasangan yang Paling Sering Tertukar
Has dalam adalah otot yang terletak tersembunyi di bawah tulang belakang. Karena hampir tidak pernah dipakai bergerak, ia menjadi bagian paling empuk pada seekor sapi — dan juga paling ramping. Rasanya lebih lembut dan tidak setegas potongan lain, sehingga teksturnya, bukan lemaknya, yang menjadi daya tarik utama.
Has luar berada di sisi luar punggung, tepat di belakang area iga. Otot ini bekerja lebih keras, jadi seratnya lebih padat dan gigitannya lebih mantap, dengan rasa sapi yang lebih menonjol. Pada wagyu, marbling membuat has luar tetap empuk tanpa kehilangan karakter beefy-nya.
Aturan sederhananya: pilih has dalam bila Anda mengutamakan kelembutan, dan has luar bila Anda mengutamakan rasa daging yang tegas.
Lamosir: Nama yang Paling Membingungkan
Lamosir (atau lamusir) diambil dari bagian punggung, kira-kira dari rusuk keempat sampai rusuk kedua belas. Di dalamnya terdapat butir-butir lemak yang membuatnya lunak dan gurih. Dalam kosakata steak internasional, area inilah yang dikenal sebagai cube roll atau ribeye.
Kebingungan muncul karena sebagian penjual memakai "lamosir" untuk menyebut area yang lebih luas, mencakup sekitar has dalam, has luar, dan tanjung. Karena itu, saat memesan, sebutkan sekaligus padanannya — "lamosir atau ribeye" — agar tidak ada salah paham.
Sandung Lamur, Sampil, dan Sengkel: Potongan untuk Masakan Indonesia
Sandung lamur (brisket) berasal dari bagian dada bawah. Kandungan lemak dan kolagennya tinggi, itulah sebabnya potongan ini menjadi pilihan klasik untuk masakan berkuah santan dan berbumbu berat seperti rendang dan semur — waktu masak yang panjang justru mengubah kolagennya menjadi gelatin. Versi point end lebih tebal dan berlemak, sementara navel end berlapis-lapis dan sangat baik diiris tipis untuk panggangan.
Sampil (chuck) berasal dari bahu. Marbling-nya bagus dengan harga per kilo paling bersahabat, dan ia serbaguna: diiris tipis untuk shabu-shabu, yakiniku, atau sukiyaki; dimasak lama untuk semur dan gulai.
Sengkel diambil dari bagian atas kaki depan. Dagingnya ramping tetapi penuh urat dan kolagen, sehingga kurang cocok untuk steak namun sangat ideal untuk soto, sop, dan bakso urat. Rebus perlahan berjam-jam dan Anda akan mendapat daging yang lembut sekaligus kuah yang kental berisi.
Memilih Potongan Berdasarkan Masakan
Cara paling praktis memilih adalah dengan mulai dari masakannya, bukan dari nama potongannya:
- Steak — has dalam, has luar, lamosir, atau tutup tanjung.
- Yakiniku, shabu-shabu, hotpot — sampil dan sandung lamur navel, diiris tipis.
- Rendang, semur, gulai — sandung lamur point end.
- Soto, sop, bakso urat — sengkel.
- Panggang utuh lalu iris — tanjung atau tri tip.
- Pelengkap kaldu atau dipanggang langsung — sumsum tulang.
Seluruh potongan di atas tersedia dalam grade MB 4-5 dan MB 6+; perbedaannya dibahas di artikel marbling MB 4-5 vs MB 6+. Semuanya bersertifikat Halal MUI dan NKV, dan panduan memilih lengkapnya ada di katalog potongan Tokusen Wagyu.
Tertarik memesan Tokusen Wagyu? Hubungi kami via WhatsApp untuk harga & ketersediaan — kami kirim ke seluruh Indonesia.
Pesan via WhatsApp Pelajari Tokusen Wagyu
Pertanyaan Umum
Has dalam adalah otot yang terletak di bawah tulang belakang sapi dan hampir tidak dipakai bergerak, sehingga menjadi bagian paling empuk. Dalam istilah internasional disebut tenderloin atau fillet.
Has dalam (tenderloin) berada di bawah tulang belakang, paling empuk dan paling ramping. Has luar (sirloin) berada di sisi luar punggung di belakang area iga, seratnya lebih padat dengan rasa sapi yang lebih tegas.
Sandung lamur (brisket) berasal dari dada bawah dan kaya lemak serta kolagen, sehingga paling cocok untuk masakan bersuhu rendah dan berdurasi panjang seperti rendang, semur, dan gulai. Bagian navel yang berlapis juga sangat baik diiris tipis untuk panggangan.
Lamosir atau lamusir diambil dari bagian punggung, kira-kira rusuk keempat sampai kedua belas, dan dikenal secara internasional sebagai cube roll atau ribeye. Sebagian penjual memakai istilah ini untuk area yang lebih luas, jadi sebutkan kedua nama saat memesan.
Sengkel berasal dari bagian atas kaki depan, ramping tetapi penuh urat dan kolagen. Ia kurang cocok untuk steak namun ideal untuk soto, sop, dan bakso urat karena kolagennya larut menjadi kaldu yang kental setelah direbus lama.
Artikel Terkait
- Apa Itu Tokusen Wagyu? Panduan Daging Wagyu Halal Premium — Tokusen Wagyu adalah daging wagyu premium dengan marbling tinggi, bersertifikat Halal MUI & NKV. Kenali asal, grade, dan keunggulannya.
- Arti 'Tokusen' (特選): Kenapa Disebut Pilihan Istimewa — Kata 'Tokusen' (特選) berasal dari bahasa Jepang yang berarti 'pilihan istimewa'. Pahami makna dan kaitannya dengan wagyu kelas premium.
- Marbling MB 4-5 vs MB 6+: Panduan Grade Wagyu — Apa beda grade marbling MB 4-5 dan MB 6+ pada Tokusen Wagyu? Panduan memilih grade sesuai selera dan kebutuhan masakan.
- Cara Masak Steak Tokusen Wagyu yang Sempurna — Tips memasak steak Tokusen Wagyu agar marbling-nya lumer sempurna: suhu, waktu, resting, dan kesalahan umum yang harus dihindari.
Lihat juga semua potongan Tokusen Wagyu, sertifikasi halal MUI & NKV, dan informasi harga per potongan.